Kamis, 10 Mei 2012

membuang energi

Dalam bersosialisasi dengan manusia, kita seringkali terjebak dalam suasana manusia beerakhlak baik dan manusia berakhlak jelek.
Dan tidak dipungkiri kita selalu membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.
Kita menganggap diri kita lebih baik dengan orang lain.
Sementara kebaikan orang lain seringkali kita pahami sebagai bentuk untuk mencari muka.

Sementara dengan kesalahan-kesalahan, kita selalu membela diri. Agar kesalahan itu tidak dianggap suatu kesalahan.
Dengan kesalahan orang lain, kita selalu mencemooh dan bahkan terlebih lagi kita sering menghujat dan menghakimi.

Adilkah??

Mari kita berusaha, memperbaiki diri kita sendiri.
Mari kita mengajak kembali orang lain memperbaiki diri.
Dan.....
Terlebih lagi jika melihat kebaikan orang lain mari kita bersyukur
Serta....
Jika kita melihat kesalahan-kesalahan orang lain, "JANGANLAH MENCEMOOH / MENGHAKIMI"
Tetapi marilah "KITA MENDOAKAN AGAR ORANG LAIN AGAR BISA BERUBAH BERBUAT KEBAIKAN"

"percuma membuang energi untuk mencemooh orang lain
lebih baik kita gunakan untuk mendoakan orang lain
agar mereka bisa lebih baik"

Jumat, 04 Mei 2012

Pujian

Kemampuan manusia dalam kehidupan ini bermacam-macam. Sebagian besar dari kita menggolongkan kemampuan manusia. Ada yang pintar dan ada yang bodoh. Ada yang mampu ada yang tidak mampu. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kita seringkali mengakui kelebihan orang lain yang ada disekitar kita. Kita seringkali bangga dengan kelebihan kita. Kita seringkali merasa kalah dengan orang lain.Kita seringkali memuji orang lain.
Kenapa???
Hanya itukah yang kita mampu???
Hanya itukah keinginan kita???
Sungguh.... Jika kita mau, sesungguhnya dalam diri manusia terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Setiap manusia berbeda kelebihan dan kekurangannya.

Jika kita bisa mengakui kelebihan orang lain, kita bangga dengan kelebihan orang lain, kita seringkali memuji orang lain................ kenapa hanya sebatas itu yang kita lakukan.

Kenapa kita tidak berusaha untuk memperbaiki diri kita???
Kenapa kita tidak mencari kelebihan-kelebihan kita???

Kenapa..............
Kenapa kita hanya diam saja.
Kenapa kita hanya menyerah dengan yang ada

Sekarang.......
Sekaranglah waktunya untuk berusaha
Sekaranglah waktunya untuk berbuat

Sehingga.........
Kita tidak hanya menyerahkan segala kebanggaan, segala kemampuan pada orang lain

Tetapi kita mengakui kemampuan orang lain sekaligus kita bisa diakui orang lain.
Akhirnya
                 "JIKA ORANG LAIN BISA, MAKA KITA JUGA BISA"

Senin, 30 April 2012

Sudah Jadi Orang

Perjumpaan seseorang setelah lama tidak bertemu sangat mengharukan. Kenangan lama serasa muncul kembali. Terasa seperti baru saja dilakukan. Banyak kejadian yang enak untuk dibicarakan. Namun dari semua itu seringkali yang muncul adalah pertanyaan sekitar pekerjaan, pernikahan dan anak.
Terlebih pekerjaan, profesi apa yang sedang digeluti.
Dokter, pengusaha, kontraktor dan berbagai macam pekerjaan lain.
Banyak diantara kita yang menilai lebih jika seseorang mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan keberhasilan di dunia. Kekayaan, rumah bagus, kendaraan mewah dan harta-harta yang lain. 
Maka tidak asing ditelinga kita ungkapan : "Sekarang Sudah Jadi Orang".
Ungkapan ini seringkali menjadi "perlambang kebahagian atau kesuksesan" seseorang.
Pertanyaan kita apakah seseorang yang tidak mendapatkan kehidupan dunia secara berlebih tidak menjadi orang/bahagia/sukses?
Apakah hanya orang kaya dan punya pekerjaan yang bisa mendapatkan harta yang melimpah disebut orangbahagia/sukses?
Apakah menjadi seseorang yang bahagia atau sukses itu hanya dilihat dari sisi materi saja?

Mari bersama-sama kita merenung, bagaimanakah bahagia atau sukses itu!!!!

Minggu, 29 April 2012

Diam itu Emas

Seringkali kita mendengar atau membaca "diam itu emas". Tetapi apakah kita harus selalu diam? Tidakkah ada perkataan yang ingin kita sampaikan? Tidakkah ada kegiatan yang kita laksanakan??

Dalam praktek sehari-hari kita kadang menjumpai makna yang berbeda-beda dari kalimat itu. Tetapi apakah itu yang dimaksud??
Sebagai contoh :
Seseorang yang mempunyai gagasan dalam sebuah rapat, akan tetapi tidak disampaikannya. Dengan anggapan bahwa diam itu emas
Itu adalah salah satu contoh yang ada, namun kalau kita mau melihat masih banyak lagi contoh yang ada.

Bagaimana "Diam itu Emas"??
.............Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Riwayat BUKHARI & MUSLIM)...............

Sebagaimana hadits di atas, bahwasanya kalau kita tidak bisa berkata baik maka diamlah. Diam dari perkataan yang tidak baik akan menjadikan emas bagi kita. Karena tidak ada yang tersakiti dari ucapan kita.
Sekiranya kita mau mengucapkan suatu kebaikan maka itu bukan emas lagi tetapi adalah "permata".

Jumat, 27 April 2012

Siapa Aku?

Seringkali kita melihat seseorang dengan bangga pamer tentang apa yang telah dilakukan.
Keberhasilan seseorang tidak akan terjadi kalau bukan karena dirinya.
Kesuksesan kegiatan tidak akan terlaksana jika bukan karena dirinya.
Dengan menunjuk dadanya dia berkata : "SIAPA DULU, AKU!!".
Kalau dilihat yang ditunjuk adalah dadanya.
Apakah aku adalah dada?? Ataukah kepala?? Atau bagian anggota tubuh yang lain??
Jadi ssebenarnya  "SIAPA AKU???"